Selasa, 06 Januari 2015

PENGARUH KELOMPOK TERHADAP PERILAKU KONSUMEN

PENGARUH KELOMPOK TERHADAP PERILAKU KONSUMEN 





NAMA:
FITRI SAURAH.S
13212011


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA




BAB.1
PENDAHULUAN


Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain faktor kebudayaan, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologis. Dalam pembahasan kali ini kami akan membahas pengaruh keluarga dan kelompok dalam perilaku konsumen yang merupakan bagian dari faktor sosial. Faktor-faktor sosial terdiri dari :
Ø  Kelompok Refrensi
Kelompok refrensi seseorang terdiri dari seluruh kelompok yang mempunyai pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang. Beberapa di antaranya adalah kelompok-kelompokprimer, yang dengan adanya interaksi yang cukup berkesinambungan seperti keluarga, teman, tetangga dan teman sejawat. Kelompok-kelompoksekunder, yang cenderung lebih resmi dan yang mana interaksi yang terjadi kurang berkesinambungan. Kelompok yang seseorang ingin menjadi anggotanya disebut kelompok aspirasi. Sebuah kelompok yang memisahkan diri adalah sebuah kelompok yang nilai atau perilakunya tidak disukai oleh individu.
Orang umumnya sangat dipengaruhi oleh kelompok refrensi mereka pada 3 cara, pertama, kelompok refrensi memperlihatkan pada seseorang perilaku dan gaya hidup baru. Kedua, mereka juga mempengaruhi sikap dan konsep jati diri seseorang karena orang tersebut pada umumnya ingin “menyesuaikan diri”. Ketiga, mereka menciptakan tekanan untuk menyesuaikan diri yang dapat mempengaruhi pilihan produk dan merek seseorang
Ø  Keluarga
Kita dapat membedakan antara dua keluarga dalam kehidupan pembeli yang pertama adalah, keluarga orientasi yang merupakan orang tua seseorang. Dari orang tualah seseorang mendapatkan tentang agama, politik, ekonomi, dan merasakan ambisi pribadi nilai atau harga diri dan cinta,keluarga prokreasi¸ yaitu pasangan hidup anak-anak seorang keluarga merupakan organisasi pembeli dan konsumen yang paling penting dalam suatu masyarakat dan telah diteliti secara intensif.




BAB.11
PEMBAHASAN

*        MEMAHAMI KEKUATAN KELOMPOK REFERENSI
v  Pengertian Kelompok
          Seorang konsumen mungkin akan terlibat atau menjadi bagian dari satu atau lebih kelompok. Seorang konsumen yang bekerja sebagai manajer di salah satu perusahaan adalah anggota dari kelompok pegawai dari perusahaan tempat ia bekerja. Konsumen tersebut menjadi anggota masyarakat di komplek perumahan ia tinggal. Jika konsumen menjadi anggota sebuah klub kebugaran, maka ia menjadi bagian dari kelompok klub kebugaran tersebut. Jika ia aktif di partai politik, maka ia adalah bagian dari kelompok partai tersebut.
          Sebuah kelompok (group) merupakan kumpulan dari dua atau lebih orang-orang yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang sama, tujuan tersebut bisa merupakan tujuan individu atau tujuan bersama. Di dalam perspektif pemasaran, masing-masing kelompok di mana konsumen menjadi anggotanya akan mempengaruhi perilaku pembelian  dan konsumsi dari konsumen tersebut.
          Kelompok mempengaruhi proses pembelian dalam dua cara. Pertama, kelompok mempengaruhi pembelian yang dibuat oleh seorang konsumen. Kedua, anggota-anggota keompok seringkali membuat keputusan bersama-sama sebagai sebuh kelompok. Sebagai anggota kelompok dari pegawai sebuah perusahaan, konsumen tersebut akan memakai pakaian kerja sesuai dengan ketentuan dari kantornya. Sebagai anggota masyarakat, konsumen tersebut harus mengikuti semua aturan yang digariskan oleh rukun warga dimana ia tinggal. Konsumen akan sukarela membayar segala macam iuran demi tercapainya tujuan keamanan semua warga masyarakat. Sebagai anggota klub kebugaran, seorang konsumen mungkin bersama-sama dengan anggota lain memutuskan tempat liburan yang akan dikunjungi pada musim panas. Singkatnya, konsumen akan dipengaruhi oleh kelompok di mana ia menjadi anggotanya.
          Kelompok acuan (reference group) adalah seorang individu atau sekelompok orang yang secara nyata mempengaruhi perilaku seseorang. Kelompok acuan digunakan oleh seseorang sebagai dasar untuk perbandingan atau sebuah referensi dalam membentuk respons afektif dan kognitif dan perilaku. Kelompok acuan akan memberikan standar dan nilai yang akan mempengaruhi perilaku seseorang. Dalam perspektif pemasaran, kelompok acuan adalah kelompok yang berfungsi sebagai referensi bagi seseorang dalam keputusan pembelian dan konsumsi. Seorang ayah adalah kelompok acuan bagi anak-anaknya, anak-anaknya tersebut akan meminta izin ayahnya jika mereka ingin membeli sesuatu.
Kelompok acuan bagi seseorang bisa terdiri atas satu orang atau lebih dari satu sampai puluhan. Kelompok acuan bisa merupakan sesuatu yang nyata (orang sesungguhnya) atau yang bersifat tidak nyata dan bersifat simbolik (misalnya para eksekutif yang sukses atau para selebriti yang sukses : tokoh politik, aktor, olahragawan). Kelompok acuan bagi seseorang mungkin berasal dari kelas sosial yang sama atau berbeda, dan budaya yang sama atau berbeda, bahkan dari subbudaya yang berbeda atau sama.
v  Jenis-Jenis Kelompok Acuan
1.   Kelompok Formal dan Informal
Kelompok acuan sering dibedakan ke dalam formal dan informal. Kelompok formal adalah kelompok yang memiliki struktur organisasi secara tertulis dan keanggotaan yang terdaftar secara resmi, misalnya Serikat Pekerja Indonesia, partai politik, universitas, perusahaan. Kelompok formal biasanya terdaftar secara hukum di pemerintah. Kelompok informal adalah kelompok yang tidak memiliki strukur organisasi secara tertulis dan resmi, sifat keanggotaan tidak tercatat. Kelompok formal biasanya terbentuk karena hubungan sosial, misalnya kelompok bermain badminton, kelompok senam kebugaran, kelompok arisan, kelompok rukun tetangga. Anggota kelompok informal biasanya berjumlah sedikit dan berinteraksi secara dekat dan tatap muka secara intensif dan rutin.
Kelompok primer adalah kelompokk dengan keanggotaan yang terbatas, interaksi antaranggota secara langsung tatap muka, memiliki ikatan emosional antaranggota. Anggota kelompok memiliki kesamaan dalam nilai dan sikap serta perilaku. Contoh dari kelompok primer adalah keluarga, dan kelompok yang memiliki ikatan kekerabatan. Kelompok sekunder memiliki ikatan yang lebih longgar dari kelompok primer, antaranggota kelompok mungkin juga terjadi kontak tatap muka langsung, antaranggota kelompok memiliki pengaruh kecil terhadap anggota lainnya. Contoh kelompok sekunder bisa berbentuk kelompok formal seperti asosiasi profesi, himpunan alumni atau berbentuk kelompok informal seperti kelompok arisan, kelompok rukun warga, atau teman bermain tenis.

2.   Kelompok Aspirasi dan Disosiasi
Kelompok aspirasi adalah kelompok yang memperlihatkan keinginan untuk mengikuti norma, nilai maupun perilaku dari orang lain yang dijadikan kelompok acuannya. Anggota dari kelompok aspirasi berusaha membuat asosiasi dengan orang lain yang dijadikan acuannya dengan cara bersikap dan berperilaku yang sama dengan orang tersebut. Anggota kelompok aspirasi tidak harus menjadi anggota dari kelompok acuannya, atauantaranggota kelompok aspirasi tidak harus terikat dan saling berkomunikasi. Anak-anak muda senang meniru cara berpakaian para selebriti dari Amerika. Mereka bahkan berusaha meniru perilakunya. Anak-anak muda ni disebut sebagai kelompok aspirasi, sedangkan selebriti Amerika sebagai kelompok acuannya.
Kelompok disosiasi adalah seseorang atau kelompok yang berusaha untuk menghindari asosiasi dengan kelompok acuan. Contohnya para anggota Partai Keadilan selalu menunjukkan ketertiban dalam berdemonstrasi, yang sangat berbeda dengan perilaku demo dari kelompok lainnya. Partai keadilan berusaha membuat citra yang berbeda dari kelompok lain. Partai Keadilan bisa dianggap sebagai kelompok disosiasi.

v  Tiga Macam Pengaruh Kelompok Acuan
1.   Pengaruh Normatif
Pengaruh normatif adalah pengaruh dari kelompok acuan terhadap seseorang melalui norma-norma sosial yang harus dipatuhi dan diikuti. Pengaruh normatif akan semakin kuat terhadap seseorang untuk mengikuti kelompok acuan, jika ada tekanan kuat untuk mematuhi norm-norma yang ada, penerimaan sosial sebagai motivasi kuat serta produk dan jasa yang dibeli akan terlihat sebagai simbol dari norma sosial.
Seorang konsumen cenderung akan mengikuti apa yang dikatakan atau disarankan oleh kelompok acuan jika ada tekanan kuat untuk mengikuti norma-norma yang ada. Pengaruh semakin kuat jika ada sanksi sosial bagi konsumen yang tidak mengikuti sara dari kelompok acuan. Seorang bawahan ada kewajiban atau norma untuk meminta izin kepada atasannya, jika ia ingin melakukan sesuatu yang berkaitan degan pekerjaannya. Seorang anak akan minta persetujuan orang tuanya jika ia ingin memeli suatu produk yang berharga mahal. Jika si anak tidak melakukannya, orang tua mungkin akan memberikan sanksi sosial atau teguran bahkan hukuman kepada si anak.
Seorang konsumen mungkin memiliki motivasi kuat untuk mengikuti perilaku kelompok acuannya, karena adanya keinginan untuk diterima oleh kelompok acuan tersebut. Seorang anak berusaha belajar bagaimana bermain gitar, karena adanya keinginan untuk bisa bergabung dengan teman-temannya yang pandai bermain gitar. Si anak berusaha bisa melakukan apa yang dilakukan kelompok acuannya agar bisa diterima oleh kelompok acuannya.
Motivasi untuk mematuhi norma seringkali tidak cukup kuat untuk mempengaruhi perilaku seseorang kecuali jika produk dan jasa yang akan dibeli menggambarkan publicly conspicuous (produk yang terlihat pemakaiannya oleh orang lain, misalnya mobil, rumah, pakaian) dalam pembelian dan penggunaannya. Jika produk dan jasa yang dibeli akan terlihat oleh publik atau orang lain dalam pemakaiannya, maka konsumen akan berusaha mematuhi norma-norma yang diarahkan oleh kelompok acuan tersebut. Karena produk dan jasa yang dibeli akan menggambarkan citra diri konsumen tersebut.
2.   Pengaruh Ekspresi Nilai
Kelompok acuan akan mempengaruhi seseorang melalui fungsinya sebagai pembawa eksprsesi nilai. Seorang konsumen akan membeli kendaraan mewah dengan tujuan agar orang lain bisa memandangnya sebagai orang yang sukses atau kendaraan tersebut dapat meningkatkan citra dirinya. Konsumen tersebut merasa bahwa orang-orang yang memiliki kendaraan mewah akan dihargai dan dikagumi oleh orang lain. Konsumen memiliki pandangan bahwa orang lain menilai kesuksesan seseorang dicirikan oleh pemilikan kendaraan mewah, karena itu ia berusaha memiliki kendaraan tersebut agar bisa dipandang sebagai seseorang yang telah sukses.
3.   Pengaruh Informasi
Kelompok acuan akan mempengaruhi pilihan produk atau merek dari seorang konsumen karena kelompok acuan tersebut sangat dipercaya sarannya karena ia memiliki pengetahuan dan informasi yang lebih baik. Seorang dokter adalah kelompok acuan bagi para pasiennya. Pasien menganggap bahwa dokter memiliki pengetahuan dan inforamasi yang dipercaya, selain itu secara sosial dan peraturan dokter adalh profesi yang memiliki otoritas dalam membuat resep obat.

*        SELEBRITIS DAN KELOMPOK REFERENSI LAINNYA
v  Beberapa Kelompok Acuan yang Digunakan dalam Komunikasi Pemasaran
Komunikasi pemasaran melalui iklan di berbagai media sering menggunakan orang-orang yang dianggap sebagai kelompok acuan. Para kelompok acuan tersebut adalah selebriti, pakar atau ahli, orang-orang biasa, para eksekutif perusahaan atau pegawai biasa dan karakter dagang (trade and spokes-character). Di antara kelompok acuan tersebut, para selebriti adalah yang paling sering dipakai perusahaan untuk mengiklankan berbagai produk dan jasa. Para selebriti bisa memiliki pengaruh yang kuat kepada konsumen dalam pembelian produk dan jasa serta pemilihan merek. Pengaruh tersebut bisa berbentuk adanya keinginan konsumen untuk mengasosiasikan dirinya dengan para selebriti. Asosiasi atau identifikasi bisa berdasarkan rasa kagum, keinginan untuk mengikuti jejak atau gaya hidup selebriti dan pengahargaan. Ketika konsumen menggunakan merek seperti yang diiklankan oleh selebriti, konsumen akan berkata “Jika ia memakai merek tersebut, berarti merek tersebut baik. Jika saya memekainya, maka saya akan seperti dia”.
Selebriti
          Kelompok selebriti adalah para artis film, sinetron, penyanyi, musisi, pelawak dan semua orang-orang terkenal yang bergerak di bidang hiburan. Para selebriti bisa juga para pemain olahraga yang terkenal, tokoh politik, para pejabat pemerintah, para pakar pengamat ekonomi, sosial dan politik. Yang paling banyak digunakan sebagai bintang iklan adalah para artis film, sinetron dan pembawa acara berbagai acara Dalam mempromosikan suatu produk, selebriti bisa berfungsi untuk :
1.     Memberikan kesaksian (a testimonial)
2.     Memberikan dorongan dan penguatan (Endorsment)
3.     Bertindak sebagai aktor dalam iklan 
Bertindak sebagai jasa bicara perusahaan 





Selebriti akan memberikan manfaat kepada perusahaan karena selebriti memiliki popularitas, bakat, karisma dan kredibilitas. Dari keempat unsur tersebut, maka kredibilitas adalah yang paling penting bagi konsumen. Kredibilitas selebriti menggambarkan persepsi konsumen terhadap keahlian dan pengetahuan selebriti mengenai produk yang diiklankan dan kepercayaan selebriti (kejujuran selebriti mengenai produk yang diiklankan). Konsumen adalah orang yang cerdas, mereka memahami bahwa selebriti hanya berfungsi sebafai aktor iklan yang dibayar mahal, sehingga kredibilitasnya diragukan. Kredibilitas selebriti semakin diragukan ketika seorang selebriti beriklan untuk banyak merek produk.

v  Beberapa Kelompok Acuan yang Terkait dengan Konsumen
1.   Kelompok Persahabatan (Friendship Groups)
Konsumen membutuhkan teman dan sahabat sesamanya. Memiliki teman atau sahabat merupakan naluri dari konsumen sebagai makhluk sosial. Teman dan sahabat bagi seorang konsumen akan memenuhi beberapa kebutuhan konsumen diantaranya kebutuhan akan kebersamaan, kebutuhan rasa aman, kebutuhan untuk mendiskusikan berbagai masalah ketika konsumen merasa enggan untuk membicarakannya dengan orang tua atau saudara kandung. Konsumen yang memiliki teman adalah tanda bahwa ia telah membina hubungan sosial dengan dunia luar. Pendapat dan kesukaan teman seringkali mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen dalam membeli dan memilih produk dan merek. Kelompok persahabatan adalah kelompok informasi dan mungkin bisa berbentuk kelompok primer atau sekunder.
Para pemasar telah memahami bagaimana pentingnya pengaruh kelompok persahabatan (peer group atau friendship group) terhadap konsumen. Para penjual jasa asuransi sering menggunakan konsep persahabatan dalam menjual jasa tersebut. Para penjual menjelaskan berbagai manfaat dari jasa asuransi yang ditawarkan kepada konsumen, kemudian tidak lupa ia mengatakan bahwa Bapak A, Bapak B, Bapak C telah ikut kepada program kami. Penjual mengetahui benar bahwa nama-nama yang disebutkan adalah orang-orang yang telah dikenal atau teman dan konsumen tersebut. Para penjual mengharapkan bahwa teman-teman yang telah ikut program asuransi akan memperkuat argumentasi pentingnya asuransi dan mempengaruhi keputusan konsumen. 

2.   Kelompok Belanja (Shopping Groups)
Kelompok belanja adalah dua atau lebih orang konsumen yang berbelanja bersama pada waktu yang sama. Kelompok belanja bisa merupakan kelompok persahabatan atau keluarga, namun bisa juga orang lain yang bertemu di toko untuk membeli produk bersama. Ketika konsumen datang ke toko mungkin sendiri, tetapi berjumpa orang lain di toko yang sama. Konsumen secara tidak sengaja akan bertanya kepada konsumen  ng baru dikenalnya mengenai produk atau jasa yang akan dibelinya. Jika beruntung, konsumen tersebut mungkin banyak memberikan informasi yang diketahuinya mengenai produk dan merek. Informasi tersebut sering memberkan input penting bagi seseorang dalam mengambil keputusan. Informasi tersebut akan mengurangi rasa khawatir akan risiko salah dalam membeli produk.
Seorang konsumen sering membawa teman atau saudara ketika berbelanja. Tujuan membawa teman bisa bermacam-macam. Pertama adalah tujuan sosial, yaitu untuk menikmati kebersmaan dengan saudara atau teman. Kedua adalah untuk mengurangi risiko salah dalam membeli produk. Konsumen akan membawa teman atau saudara yang telah mengetahui produk tersebut. Konsumen yang akan membeli komputer, akan membawa teman atau saudara yang memahami seluk beluk komputer. Teman dan saudara itulah yang akan memberikan saran dan pengaruh dalam pembelian produk.
3.   Kelompok Kerja (Work Groups)
         Konsumen yang telah bekerja akan menghabiskan waktunya 35-40 jam di tempat kerja. Ia akan berinteraksi dengan teman-teman sekerjanya baik dalam tim kecil maupun teman kerja lainnya dari bagian lain. Interaksi yang sering dan intensif memungkinkan teman-teman sebagai kelompok kerja mempengaruhi perilaku konsumsi dan pengambilan keputusan konsumen dalam membeli produk dan jasa dan pemilihan merek. Kelompok kerja bisa berbentuk kelompok kerja formal, jika kelompok kerja tersebut bekerja sebagai satu tim yang dibentuk oleh perusahaan. Kelompok kerja bisa juga berbentuk informal, jika kelompok kerja tersebut terdiri atas orang-orang yang bekerja di perusahaan yang sama. Kelompok kerja informal akan saling bertemu saat makan siang, kegiatan sosial atau pulang bersama. Kedua kelompok kerja tersebut akan mempengaruhi konsumen dalam memilih merek dan produk yang akan dibelinya.
4.   Kelompok atau Masyarakat Maya (Virtual Groups or Communities)
         Berbagai kelompok yang telah dibahas sebelumnya menggambarkan kelompok yang dibatasi oleh geografik dan waktu, yaitu kelompok yang bertemu dan berkomunikasi lisan pada tuang dan waktu yang telah ditentukan. Perkembangan teknologi komputer dan internet telah melahirkan suatu kelompok atau masyarakat baru yang disebut kelompok atau masyarakat maya, yang tidak dibatasi oleh batas kota, provinsi atau negara bahkan tidak dibatasi oleh waktu.
         Melalui internet dan e-mail seorang konsumen yang masih belajar di sekolah dasar sekarang bisa mencari teman dari kota lain bahkan dari negara lain, ia bisa berhubungan dengan teman sebayanya dari berbagai belahan dunia tersebut, kapan saja ia mau. Seorang konsumen bisa membuk internet dan bergabung dengan masyarakat internet, ia memiliki akses yang luas untuk mencari masyarakat internet yang sesuai dengan kebutuhannya kemudian bergabung dengan masyarakat tersebut.
5.   Kelompok Pegiat Komsumen (Consumer Action Groups)
         Konsumen yang kecewa dalam pembelian produk dan jasa, akan melakukan beberapa tindakan, yaitu :
ü  Diam dan kesal dan menyampaikan kekecewaannya kepada teman
ü  Berkirim surat ke tempat pembelian atau mendatangi toko untuk mengeluh dan minta ganti rugi
ü  Berkirim surat dan mengeluh kepada surat kabar atau majalah, atau mengadu ke lembaga perlindungan konsumen

Apapun yang dilakukan konsumen ketika kecewa terhadap produk adalah gambaran tindakan protes dari konsumen. Konsumen memerlukan kelompok yang bisa membantunya ketika dirugikan oleh produsen. Perlindungan konsumen semakin dipentingkan dan diperhatikan ketika telah diundangkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999.
      Untuk melindungi kepentingan konsumen, pemerintah mengakui adanya lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat yang diharapkan aktif dalam mewujudkan perlindungan konsumen. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) adalah lembaga swadaya tertua di Indonesia yang telah aktif melindungi kepentingan konsumen. Lembaga ini telah berperan penting dalam mempengaruhi keputusan konsumen, bahkan aktif memberikan masukan kepada lembaga pemerintah maupun swasta. Perusahaan swasta dan pemerintah sering melibatkan YLKI dalam berbagai hal yang berkaitan dengan kenaikan harga maupun tarif barang dan jasa. Ini merupakan langkah yang baik dari pemerintah dan swasta dalam melindungi kepentingan konsumen, karena YLKI didengar pendapatnya terlebih dahulu. YLKI bisa dianggap sebagai lembaga yang secara tidak langsung memiliki kepentingan konsumen.
SOSIALISASI DAN FUNGSI ANGGOTA KELUARGA
v  Sosialisasi Anak Sebagai Konsumen
Keluarga merupakan lingkungan yang paling dekat bagi semua anggota keluarga. Keluarga memiliki fungsi utama untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia bagi semua anggotanya terutama anak-anak, termasuk di dalamnya adalah fungsi untuk menjadikan anak sebagai seorang konsumen. Fungsi- fungsi keluarga yang berjalan baik merupaka prasyarat penting untuk tercapainya kesejahteraan seluruh anggota keluarga. Undang-undang No.10 tahun 1992 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembnagunan Keluarga Sejahtera.
Telah memberikan landasan bahwa keluarga harus mampu menjalakan delapan fungsi, yaitu sebagai berikut :
1.    Fungsi keagamaan, yaitu untuk mendorong dan mengembangkan anggotanya agar kehidupan keluarga menjadi wahana persemaian nilai-nilai luhur budaya bangsa untuk menjadi insan-insan agamis yang penuh imam dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2.    Fungsi sosial budaya, memberikan kesempatan kepada keluarga dan seluruh anggotanya untuk mengembangkan kekayaan budaya bangsa yang beraneka ragam dalam satu kesatuan.
3.    Fungsi cinta kasih, memberikan landasan yang kokoh terhadap hubungan anak dengan anak, suami dengan istri, orang tua  dengan anaknya, serta hubungan kekerabatan antargenerasi sehingga keluarga menjadi wadah utama bersemainya kehidupan yang penuh cinta kasih lahir dan batin.
4.    Fungsi melindungi, yaitu keluarga berkewajiban untuk melindungi seluruh anggotanya sehingga memperoleh rasa aman secara fisik dan psikis.
5.    Fungsi sosialisasi dan pendidikan, memberikan pesan kepada keluarga untuk mendidik keturunan agar bisa melakukan penyesuaian dengan kehidupan dimasa depan. Keluarga wajib memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya sehingga mereka memeliki pengetahuan, keterampilan dan keahlian yang bermanfaat baginya sebagai kerja masa depan.
6.    Fungsi reproduksi yang merupakan mekanisme untuk melanjutkan keturunan yang direncanakan dapat menunjang terciptanya kesejahteraan manusia.
7.    Fungsi ekonomi, yaitu fungsi keluarga untuk menyediakan kebutuhan fisik yang cukup dan memadai bagi semua anggota keluarga. Keluarga berkewajiban menyediakan makan, minuman, pakaian, rumah, pemeliharaan kesehatan, pendidikan yang baik bagi semua anggotanya. Kebutuhan tersebut bisa diperoleh jika keluarga memperoleh pendapatan dari hasil bekerja. Karena itu orang tua wajib untuk mencari nafkah untuk menghadapi semua anggotanya.
8.    Fungsi pembinaan lingkungan memberikan pada setiap keluarga kemampuan menempatkan diri secara serasi, selaras dan seimbang sesuai daya dukung alam dan lingkungan yang berubah secara dinamis.


Sejak lahir ke dunia, seorang anak telah menjadi konsumen, walaupun ia tidak mengambil keputusan tentang apa yang dibeli. Semakin tua usia anak, maka ia harus dipersipkan oleh keluarganya untuk menjadi seorang konsumen yang bisa mengambil keputusan.Beberapa fungsi keluarga yang erat kaitannya dengan sosialisasi anak sebagai konsumen adalah fungsi ekonomi, fungsi cinta kasih dan fungsi sosialisasi dan pendidikan.Fungsi cinta kasih akan memberikan dukungan emosi kepada anak-anak melalui kasih sayang, kehangatan orang tua kepada anak.Orang tua memberikan jalan keluar bagi anak-anaknya yang menghjadapi masalah orang tua membantu anak-anaknya dalam mengambil keputusan
Schiffman Kanuk (2000)menyebutkan satu fungsi lainnya yang sangat penting dalam kaitannya fungsi keluarga dan perilaku konsumen, yaitu fungsi gaya hidup yang sesuai bagi anggota keluarganya.Fungsi gaya hidup menggambarkan kegiatan-kegiatan keluarga yang sebaiknya dilakukan untuk pembinaan anak sebagai konsumen yang baik.Keluarga bisa melakukan makan bersama diluar rumah, rekreasi secara rutin ,berolah raga bersama.Orang tua juga bisa mengajak anak-anaknya nonton bersama baik dirumah maupun teater.Kebersamaan yang diciptakan akan memberikan lingkungan yang baik bagi anak-anak.Pada kesempatan tersebut , orang tua bisa memperkenalkan kepada anaknya bagaimana memilih barang, menawar harga, dan sebagainya
Sosialisasi adalah proses bagaimana seseorang memperoleh pengetahuan, keahlian, dan hubungan social yang menyebabkan ia mampu berpartisipasi sebagai anggota masyarakat. Arti sosialisasi dalam buku ini akan difokuskan kepada sosialisasi anak sebagai konsumen (childhood consumer socialitation atau consumer socialitation of children)
Sosialisasi anak sebagi konsumen diartikan sebagai proses di mana seorang anak memperoleh pengetahuan dan keterampilan , dan sikap yang relevan dengan fungsinya sebagai konsumen di pasar.Proses soslialisasi tersebut juga diartikan sebagai proses bagaimana seorang anak memperoleh pengetahuan tentang barang dan jasa serta pengetahuan konsumsi , dan pencarian informasi dan keterampilan untuk menawar barang dan  jasa.

Pergi berbelanja bersama anak-anak merupakan salah satu contoh sosialisasi anak sebagai konsumen.Si anak akan memperhatikan bagaimana orang tuanya memilih barang. Mengambilnya, meletakkannya di tempat dorongan, dan membawanya ke kasir dan kemudian membayarnya.Orang tua pun secara langsung mengajarkan kepada anak-anaknya untuk membayar terlebih dahulu sebelum membuka kemasan barang atau mencicipi makanan yang dibelinya.
Dengan membawa anak-anak ke supermarket atau pusat perbelanjaan, secara langsung orang tua membawa mereka ke dunia nyata bagaimana proses transaksi produk dan jasa dilakukan oleh konsumen.Anak-anak diajarkan bagaimana produk dan jasa dilakukan oleh konsumen.Anak-anak diajarkan bagaimana produk dan jasa ditawarkan dan dikomunikasikan kepada konsumen.Anak-anak pun akan melihat beragam barang , yang semuanya akan menarik mereka.Namun, anak-anak diajarkan untuk memilih dan membeli sesuai kebutuhannya.Inilah yang disebut sebagai proses sosialisasi anaka sebagai konsumen
Memahami bagaimana proses sosialisasi anak sebagai konsumen adalah sangat penting bagi para pemasar.Jika para pemasar mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi proses sosialisasi tersebut, maka pemasar bisa merancang strategi pemasar yang bisa mempengaruhi faktor-faktor tersebut. Misalnya, anak-anak akan senang menonton film-film kartun, maka pemasar akan memperkenalkan produk kepada anak-anak pada saat penayangan film kartun yang disenangi anak-anak tersebut.Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan untuk melindungi anak sebagai konsumen jika diketahui kegiatan pemasaran suatu produk dianggap akan mengeksploitasi anak sebagi konsumen.
Schiffman dan Kanuk (2000) mengemukakan suatu model sosialisasi anak sebagai konsumen seperti diperlihatkan pada gambar dibawah.Seoraang anak akan memperoleh

sosialisasi dari anggota keluarga lain seperti ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara lainnya. Anak pun akan menerima sosialisasi dari teman-temannya.Panah dua arah dari anak ke anggota keluarga, dan dari angggota keluarga ke anak menunjukan bahwa sosialisasi berjalan dua arah. Seorang anak akan menerima sosialisasi dari anggota keluarga lain, dan anak pun akan mempengaruhi orang memberikan sosialsi tersebut.Demikian pula, si anak akan mempengaruhi teman-temannya, dan mereka pun akan mempengaruhi si anak dalam pembelian produk dan jasa, dan pemiliham merek maupun selera terhadap suatu produk dan jasa
Model sosialisasi lainnya di kemukakan oleh Mowen dan Minor (1998) seperti yang diperlihatkan oleh gambar dibawah ini.Menurut model tersebut sosialisasi kemsumen terdiri atas tiga unsur utama, yaitu factor latar belakang, yang melakukan sosialisasi, dan proses belajar.Faktor latar belakang adalah karakteristik konsumen seperti status social ekonomi, jenis kelamin, usia,kelas social, dan agama yang dianutnya.Yang melakukan sosialisasi adalah seseorang yang secara langsung berhubungan dengan konsumen dan memiliki pengaruh terhadap konsumen tersebut.Yang melakukan sosialisasi bisa orang tua konsumen, saudara kandung ,kerabat, teman-teman,guru,media masa,atau orang-orang media seperti selebriti,penyanyi, artis,atlit atau tokoh-tokoh ternama lainnya.Yang melakukan sosialisasi tersebut selanjutnya akan mempengaruhi proses belajar konsumen melalui proses belajar modeling , proses belajar penguatan, dan proses belajar kognitif.Hasil akhir dari proses sosialisasi konsumen yang telah tersosialisasi.

Peter dan Olson (1999) mengemukakan beberapa pertanyaan yang harus dipahami agar bisa menyusun strategi pemasaran produk yang dibeli oleh keluarga. Yaitu sebagai berikut :
1.    Apakah produk dibeli untuk digunakan seorang anggota keluarga atau digunakan bersama oleh semua anggota keluarga ?
2.    Apakah produk dibeli oleh dana seorang anggota keluarga atau oleh dana keluarga ?
3.    Apakah harga produk sangat mahal sehingga keluarga harus mengorbankan untuk tidak membeli produk lain ?
4.    Apakah anggota keluarga cenderung tidak setuju  dengan nilai produk tersebut,jika ya, apa yang perlu dilakukan untuk mengurangi konflik ?
5.    Apakah produk cenderung digunakan oleh lebih dari satu anggota keluarga?jika ya, apakah perlu memodifikasi produk agar sesuai untuk orang-orang yang berbeda ?
6.    Siapa anggota keluarga yang mempengaruhi pembelian, media apa dan pesan apa yang dipakai untuk membujuk mereka ?
7.    Apakah ada toko-toko tertentu yang lebih disukai oleh berbagai anggota keluarga atau berbagai keluarga pada pasar yang akan dituju ?

Jawaban-jawaban terhadap pertanyaan tersebut akan berpengaruh terhadap penyusunan strategi pemasaran suatu produk atau jasa. Anak-anak usia remaja akan memiliki pengaruh besar kepada orang tuanya mengenai model dan jenis pakaian dan  sepatu yang akan dipakainya, walaupun yang mengambil keputusan adalah orang tua mereka. Para pemasar sebaiknya mengarahkan promosi dan komunikasi pemasaraanya kepada anak-anak remaja tersebut, karena peranan mereka yang besar pengaruhnya terhadap orang tua mereka.


PERANAN SUAMI DAN ISTRI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELUARGA
Para peneliti konsumen sangat tertarik untuk mempelajari bagaimana keluarga mengambil keputusan,terutama peran yang dimainkan oleh suami dan istri  dalam pengambilan keputusan.suami dan istri merupakan dua figur anggota keluarga yang sangat penting dan dominan diantara anggota keluarga lain (anak-anaknya) sebuah keluarga yang telah hidup bersama bertahun-tahun tentu telah membeli beratus-ratus produk dan jasa. Mereka telah mengambil keputusan berulang kali dalam membeli suatu produk dan jasa. Mereka telah memiliki pola pengambialan keputusan. Beberapa studi mengidentifikasi model pengambilan keputusan produk sebuah keluarga, yaitu sebagai berikut :
1.     Istri dominan dalam mengambil keputusan. Istri memiliki wewenang untuk memutuskan produk dan merek apa yang dibeli umtuk dirinya dan untuk anggota keluarganya.
2.     Suami dominan dalam mengambil keputusan. Suami memiliki kewenangan untuk memutuskan produk dan merek apa yang dibeli untuk dirinya atau anggota keluarganya.
3.     Keputusan autonomi. Keputusan yang bisa dilakukan oleh istri atau suami, yang bisa dilakukan tanpa tergantung dari salah satunya. Si istri bisa memutuskan pembelian produk tanpa harus bertanya kepada suami begitu pula sebaliknya.misalnya, lampu neon mati dan harus diganti. Istri bisa langsung membeli produk penggantinya tanpa harus meminta persetujuan suami.
4.     Keputusan berasama. Keputusan untuk membeli produk atau jasa dilakukan bersama antara suami dan istri. Keputusan untuk membeli produk atau jasa yang berharga mahal biasanya dilakukan bersama. Memilih sekolah anak biasanya dilakukan bersama antara suami dan istri.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN KELUARGA DALAM PEMBELIAN
v  Peranan anggota keluarga dalam pengambilan keputusan pembelian
          Anggota keluarga saling mempengaruhi dalam kepeutusan pembelian dan konsumsi suatu produk.masing-masing anggota keluarga memiliki peran dalam pengambilan keputusan.seorang anggota keluarga mungkin memiliki lebih dari satu peran.berikut diuraikan beberapa peran anggota keluarga dalam pengambilan keputusan, yaitu sebagai berikut :
1.    Inisiator (initiator), seorang anggota keluarga yang memiliki idea tau gagasan untuk membe mereka tidak li atau mengkonsumsi suatu produk, ia akan memberikan informasi kepada anggota keluarga lain untuk dipertimbangkan dan untuk memudahkan mengambil keputusan.
2.    Pemberi pengaruh (influencer), seorang anggota keluarga yang selalu diminta pendapatnya mengenai suatu produk atau merek yang akan dibeli dan dikonsumsi,ia diminta pendapatnya mengenai criteria dan atribut produk yang sebaiknya dibeli.
3.    Penyaring informasi (gatekeeper), seorang anggota keluarga yang menyaring semua informasi yang masuk ke dalam keluarga tersebut,seorang ibu mungkin tidak akan menceritakan mainan mainan baru yang ada ditoko kepada anak- anaknya,agar mereka tidak akan menjadi konsumtif,seorang ayah mungkin tidak akan menceritakan kesulitan-kesulitan yang dihadapinya kepada semua anggota keluarganya,agar mereka tidak menjadi tertekan.
4.    Pengambil keputusan (decider), seorang anggota keluarga yang memiliki wewenang  untuk memutuskan apakah membeli suatu produk atau suatu merek.ibu biasanya memiliki wewenang untuk memutuskan mengenai makanan apa yang baik bagi keluarga,dan menu apa yang disajikan sehari – hari.seorang ibu mungkin akan meminta ijin kepada bapak untuk member barang-barang yang berharga mahal,atau keduanya mengambil keputusan bersama.
5.    Pembeli (buyer),seorang anggota keluarga yang membeli suatu produk,atau yang diberi tugas untuk melakukan pembelian produk.ibu mungkin akan menyuruh anaknya untuk membeli beras yang sudah habis,atau menyuruh pembantu rumah tangganya untuk berbelanja setiap hari.

6.    Pengguna (user), seorang anggota keluarga yang menggunakan atau mengkonsumsi suatu produk atau jasa.sebuah produk mungkin akan dikonsumi oleh semua anggota keluarga,misalnya nasi.akan tetapi,beberapa produk mungkin hanya dikonsumsi oleh anggota keluarganya yang berusia muda saja ,misalnya susu bayi atau diaper.
Para pemasar perlu memahami bagaimana peran anggota keluarga dalam pengambilan keputusan suatu produk,produk=produk mainan dipakai oleh anak-anak,dan mereka mempengaruhi orang tuanya.namun,pembeli dan pengambil keputusan pembelian produk mainan tersebut adalah ayah,ibu,atau keduanya.memahami siapa yang berperan dalam pengambilan keputusan suatu produk sangat bermanfaat dalam menyusun strategi pemasaran untuk menentukan target pasar dari produk tersebut.para produsen minyak goreng selalu menampilkan ibu dalam iklan-iklan produknya.karena ibu dianggap sebagai anggota keluarga yang mengambil keputusan mengenai jenis dan merek minyak goreng yang akan dipakainya.dapat kita lihat iklan kartu kredit BNI yang membawa pesan keluarga,bahwa kartu kreditnya merupakan pilihan keluarga,yang secara implisit menyatakan bahwa kartu kredit BNI diposisikan sebagai kartu kredit keluarga.  

*        SIKLUS HIDUP KELUARGA
Siklus hidup keluarga menggambarkan tahap-tahap yang dijalani oleh sebuah keluarga dengan semakin meningkatkan usia anggota keluarga. Siklus hidup keluarga dimulai dengan masa lajang (bujangan), menikah, memiliki anak, membesarkan anak, anak-anak pindah, orang tua sendiri tanpa anak, pasangan tua. Memahami siklus hidup keluarga juga membawa implikasi penting bagi starategi pemasaran produk dan jasa. Setiap tahap keluarga akan menggambarkan kebutuhan yang berbeda, sehingga keluarga pun akan membutuhkan produk dan jasa yang berbeda. kelahiran anak akan menyebabkan keluarga memiliki pola belanja dan konsumsi yang berbeda dibandingkan ketika belum memiliki anak. Pasangan yang memiliki anak balita akan membeli susu bayi, diaper, semua produk perawatan bayi. Keluarga pun mungkin akan membutuhkan jasa pengasuh untuk anaknya.
Tahap siklus keluarga nomor satu sampai nomor tujuh adalah bentuk keluarga tradisional yang umun dijumpai disemua negara, sedangkan tahap keluarga nomor delapan sampai sebelas menggambarkan bentuk keluarga yang bukan jumlahnya mungkin jauh lebih kecil dari keluarga tradisional. Seorang bujangan umumnya akan menikah, dan pasangan yang menikah umumnya ingin segera memiliki anak, membesarkannya, menyekolahkannya, kemudian anak-anaknya akan hidup mandiri dan meninggalkan orang tuanya. Inilah gambaran keluarga tradisional. Akan tetai, di dalam masyarakat akan dujumpai bentuk-bentuk keluarga lainnya, misalnya keluarga tanpa anak . mereka tidak memiliki anak karena alasan kesehatan atau alasan lainnya. Mereka tidak memiliki anak bukan karena atas kehendaknya, karena meraka telah berusaha untuk mendapatkannya.
Dinegara-negara maju, dijumpai pasangan-pasangan menikah yang tidak memiliki anak karena atas kehendaknya, mereka memutuskan untuk tidak memiliki anak karena alasan karier. Inilah yang sebut sebagai voluntarily childless couple. Karena berbagai sebab, banyak suami dan istri yang bercerai. Perceraian menyebabkan salah seorang suami atau istri harus tinggal bersama anak-anaknya. Inilah yang disebut sebagai keluarga orang tua tunggal.

SIKLUS KEHIDUPAN KELUARGA DAN PERILAKU PEMBELIAN


Keluarga berubah bersama waktu,  melewati serangkaian tahap. Proses ini disebut siklus kehidupan keluarga (SKK).
1.     Tahap Single
Walaupun pendapatan relatif rendah, mereka menjadi sasaran dari sedikit permintaan yang kaku, maka konsumen di dalam tahap ini umumnya memiliki pendapatan bebas yang besar. Sebagian dari pendapatan ini digunakan untuk membeli mobil dan peralatan dasar serta peralatan untuk tempat tinggal mereka yang pertama jauh dari rumah --- biasanya sebuah apartemen. Mereka cenderung lebih mengikuti mode dan berorientasi pada rekreasi, menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka untuk busana, minuman keras, makanan diluar rumah, liburan, pengejaran waktu senggang dan produk serta jasa lain yang terlibat dalam permainan perkawinan.
2.     Pasangan yang baru menikah
Pasangan yang baru menikah dan tanpa anak biasanya lebih kaya secara financial daripada sebelumnya dan pada masa dating yang tidak terlalu lama lagi karena istri biasanya bekerja. Keluarga pada tahap ini juga membelanjakan sebagian besar dari pendaptan mereka untuk mobil, busana, liburan, dan kegiatan waktu senggang lain. Mereka juga mempunyai angka pembelian yang tinggi dan pembelian rata-rata tertinggi untuk barang yang tahan lama, khususnya perabot dan peralatan rumah tangga dan barang mahal lain, dan tampaknya lebih rentan terhdapa iklan didalam tahap ini.
3.     Sarang lengkap I (Full nest I)
Dengan adanya anak pertama, beberapa istri berhenti bekerja diluar rumah, dan sebagai akibat pendapatan keluarga menurun. Pada saat yang sama, anak kecil menimbulkan masalah baru yang mengubah cara keluarga membelanjakan pendpatannya. Dua pasangan tersebut mungkin pindah rumha pertama mereka, membeli perabot dan perlengkapan untuk anak mereka, membeli mesin cuci, alat pengering dan barang pemeliharaan rumah, dan membeli produk seperti makanan bayi, obat gosok, obat batuk, vitamin, mainan, mobil, kereta luncur, dan sepatu luncur. Kebutuhan ini mengurang tabungan keluarga dan suami serta istri kerap merasa tidak puas dengan posisi keuangan mereka.
4.     Sarang lengkap II (Full Nest II)
Pada tahap ini, anak terkecil berusia 6 tahun atau lebih, pendapatan suami membaik, dan istri kembali bekerja dirumah. Akibatnya, posisi keuangan keluarga biasanya meningkat. Pola kosumsi terus sangat dipengaruhi oleh anak-anak mereka karena keluarga cendrung membeli makanan dan supply untuk kebersihan dalam kemasan berukuran lebih besar, sepeda, piano, dan pelajaran music.
5.     Sarang lengkap III (Full Nest III)
Sementara keluarga bertambah tua, posisi keuangannya biasanya terus membaik karena penddaptan suami bertambah, istri kembali bekerja atau mendapat gaji lebih tinggi dan anak-anak mendapatkan uang dari kerja sambilan. Keluarga umumnya mengganti beberapa bagian perabot, membeli satu mobil lagi, membeli beberapa peralatan mewah, dan membelanjakan banyak uang untuk pelayanan perawatan gigi dan untuk pendidikan anak-anak.
6.     Sarang Kosong I (Empty Nest I)
Pada tahap ini keluarga paling puas dengan posisi keuangan mereka dan jumlah uang yang ditabung karena pendapatan terus bertambah dan anak-anak suddah meninggalkan rumah dan tidak lagi bergantung kepada orang tua mereka dalam hal keuangan. Pasangan tersebut kerap membuat perbaikan rumah, membeli barang mewah dan membelanjakan proporsi yang lebih besar dari pendapatan mereka untuk liburan, perjalana dan rekreasi.
7.     Sarang Kosong II (Empty Nest II)
Pada waktu ini, kepala rumah tangga sudah pension sehingga pasangan tersebut biasanya menderita penurunan nyata dalam pendapatan. Pengeluaran menjadi lebih berorientasi pada kesehatan, berpusat pada barang-barang seperti peralatan kedokteran, produk perawatan medis yang membantu kesehatan tidur dan pencernaan dan barang kali rumah yang lebih kecil, apartemen atau kondominium di daerah yang beriklim lebih ramah.
8.     Orang yang Bertahan Sendiri (Solitary Survivor)
Bila masih bekerja, orang yang bertahan ini masih menikmati pendapatan yang besar. Mereka mungkin menjual rumah mereka, biasanya membelanjakan uang lebih banyak untuk liburan, rekreasi dan jenis produk seperti jasa berorientasi kesehatan seperti disebutkan di atas.
9.     Orang yang Bertahan Sendiri dan Sudah Pensiun (Retired Solitary Survivor)
Orang yang bertahan sendiri dan sudah pension mengikuti pola konsumsi umum yang sama kecuali pada skala yang lebih rendah karena penurunan pendapatan. Selain itu, individu ini mempunyai kebutuhan khusus akan perhatian, kasih saying dan keamanan.

SIKLUS KEHIDUPAN KELUARGA-TRADISIONAL
Lintasan melewati kehidupan di deskripsikan oleh siklus kehidupan keluarga (SKK) yang tradisional. SKK mendeskripsikan pola yang didapatkan di antara keluarga ketika mereka menikah, mempunyai anak, meninggalkan rumah, kehilangan pasangan hidup dan pension. Pada tahap ini di deskripkan ddi atas bersama dengan perilaku konsumen yang dihubungkan dengan masing-masing tahap. Versi lain seperti Murphy dan Staples, mengakui perkembangan kontemporer dari perceraian, ukuran keluarga yang lebih kecil dan usia perkawinan yang ditangguhkan. SKK sudah diperlihatkan sebagai penjelasan yang membantu mengenai perilaku konsumen bahkan pada tingkat yang begitu dasar seperti beberapa banyak energy yang dikonsumsi oleh keluarga.
Penambahan data ekonomi membantu dalam pemakaian SKK tradisional untyuk menjelaskan perilaku konsumen. Wagner dan Hanna ,mendapatkan bahwa SKK tidak meramalkan keputusan mengenai produk seperti pakaian dan juga variabel social ekonomi, khususnya pendapatan.
METODOLOGI PENELITIAN UNTUK STUDI TENTANG KEPUTUSAN KELUARGA
Kerangka proses – keputusan
Studi mengenai struktur peran kerap memandang pembelian sebagai tindakan ketimbang proses dan mendasarkan temuan pada pertanyaan seperti “siapa biasanya yang mengambil keputusan pembelian?” atau “siapa yang mempengaruhi keputusan?”. Namun, bukti tersebut menunjukan bahwa peranan dan pengaruh anggota keluarga bervariasi menurut tahap di dalam proses keputusan. Sebuah contoh metodologi proses diberikan oleh Wilkes, yang merasa bahwa pertanyaan berikut ini berguna untuk mengukur pengaruh keluarga :
1. Siapa yang bertanggung jawab untuk pengenalan masalah awal ?
2. Siapa yang bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai alternative pembelian?
3. siapa yang mengambil keputusan akhir mengenai alternative mana yang harus di beli?
4. Siapa yang membuat pembelian actual terhadap produk?

Hasil yang lebih baik diperoleh dengan menggunaka metodologi ini dibandingkan dengan ukuran yang lebih global. Suam dan istri lebih mungkin menganut persepsi yang sama mengenai pengaruh relative mereke untuk fase tertentu daripada bila pengajuan pertanyaan gagal menanyakan tentang tahap-tahap keputusan.
Kategori Struktur – Peran
Kategori struktu peran yang relevan dalam proyek penelitian bergantung kepada produk atau jasa tertentu yang tengah dipertimbangkan, tetapi dalam banyak kategori produk hanya suam atau istri yang terlibat. Di dalam kategori lain, adalah berguna untuk mengukur jumlah pengaruh di dalam peranan yang berbeda. Spiro mendapatkan bahwa strategi pengaruh atau bujukan bergantung pada beberapa variabel, khususnya tahap di dalam siklus kehidupan dan gaya hidup. Anak terlibat dalam banyak jenis situasi pembelian, tetapi sidat pengaruh mereka kerap diabaikan.
Bias Pewawancara
Jenis kelamin pewawancara atau pengamat mungkin mempengaruhi peranan yang menurut suami dan istri mereka mainkan dalam situasi pembelian. Untuk mengatasi bias ini harus digunakan kuesioner yang dikerjakan sendiri atau jenis kelamin pengamat harus diatur secara acak untuk responden.
Seleksi responden
Dalam mengukur pembelian keluarga, kita perlu memutuskan anggota mana dari keluarga inti yang harus ditanyai mengenai pengaruh anggota keluarga. Hasil kerap sangat bervariasi bergantung pada anggota keluarga mana yang diwawancarai. Yang paling sering, istrilah yang sering diwawancarai, tetapi presentase pasangan yang rsponnya setuju kerap begitu rendah sehingga membuat wawancara dengan 1 anggota saja tidak dapat diterima.
Granbois dan Summers mendapatkan bahwa respon suami berkenaan dengan maksud pembelian ternyata lebih baik daripada respon istri mereka sebagai kreditor biaya total yang direncakan dan jumlah barang yang direncanakan dari respon bersama, walaupun istri meramalkan secara lebih baik untuk produk tertentu seperti peralatan, produk rumah dan rencana peralatan hiburan. Para peneliti menyimpulkan bahwa respon bersama lebih mungkin menyingkap lebih banyak rencana keluarga.

IMPLIKASI BAGI STUDI PERILAKU KONSUMEN
Keluarga sangat penting dalam studi perilaku konsumen karena dua alasan. Pertama, keluarga adalah unit pemakaian dan pembelian untuk banyak produk konsumen. Kedua, keluarga adalah pengaruh utama pada sikap perilaku individu.
Keluarga adalah kelompok yang terdiri atas dua orang atau lebih yang dihubungakan melalui darah, perkawin, atau adopsi dan yang tinggal bersama. Rumah tangga berbeda dengan keluarga berdasarkan pendeskripsian semua orang, baik yang berkerabat maupun tidak, yang menempati suatu unit perumahan.
Anggota keluarga (rumah tangga) memegang berbagai peranan yang mencakupi penjaga pintu,pemberi pengaruh, pengambilan keputusan, pembeli dan pemakai. Jadi pengaruh pasangan hidup, anak, atau anggota keluarga yang lain dalam keluarga bervariasi menurut sumber daya anggota kelusrga, jenis produk, tahap dalam siklus kehidupan, dan tahap dalam keputusan pembelian.
Siklus kehidupan keluarga (SKK) meneskripsikan bagaimana keluarga berubah sepanjang waktu. Rancangan tradisional dalam menganalisis SKK sudah diperbaharui dengan matriks pasar konsumen dari tahap kehidupan yang menekankan pendapatan relative suatu keluarga dalam setiap tahap. Matriks ini dibangun berdasrkan 6 tahap : Single muda, pasangan muda, orang tua muda, keluarga separuh baya, rumah tangga separuh baya, dan rumah tangga tua.
Keluarga dan rumah tangga berubah dalam struktur an komposisinya di antara perubahan terbaru yang penting adalah naiknya rumah tangga single, ukuran keluarga yang lebih kecil, dan bertambahnya jumlah orang yang bercerai dan rumah tangga dari orang yang menikah kembali.

Jadi kelompok masyarakat dan keluarga sangat berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Hal tersebut dapat kita lihat dari contoh berikut ini :
Seseorang yang bekerja di suatu institusi tertentu mempengaruhi produk apa yang  akan di beli. Misalnmya, seseorang yang bekerja di sebuah perusahaan yang usudah memiliki kelas social yang tinggi dan sudah memiliki banyak relasi, maka dia sebagai pegawai mungkin akan membeli barang atau produk yang ber-merk yang memiliki kualitas yang baik. Hal ini diakibatk oleh adanya pengaruh dari kelompok masyarakat yang ada di institusi tersebut, yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam membeli satu produk.

 KESIMPULAN 


Perilaku konsumen dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kelompok sosial maupun keluarga. Sosialisasi adalah proses bagaimana seseorang memperoleh pengetahuan, keahlian, dan hubungan social yang menyebabkan ia mampu berpartisipasi sebagai anggota masyarakat. Kelompok acuan (reference group) merupakan seorang individu atau sekelompok orang yang secara nyata mempengaruhi perilaku seseorang. Kelompok acuan digunakan oleh seseorang sebagai dasar untuk perbandingan atau sebuah referensi dalam membentuk respons afektif dan kognitif dan perilaku. Kelompok acuan akan memberikan standar dan nilai yang akan mempengaruhi perilaku seseorang. Dalam perspektif pemasaran, kelompok acuan adalah kelompok yang berfungsi sebagai referensi bagi seseorang dalam keputusan pembelian dan konsumsi.
          Keluarga merupakan lingkungan yang paling dekat bagi semua anggota keluarga. Keluarga memiliki fungsi utama untuk mengembangkan kualitas sumber daya manusia bagi semua anggotanya terutama anak-anak, termasuk di dalamnya adalah fungsi untuk menjadikan anak sebagai seorang konsumen. Fungsi- fungsi keluarga yang berjalan baik merupaka prasyarat penting untuk tercapainya kesejahteraan seluruh anggota keluarga antara lain, fungsi keagamaan, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih, fungsi melindungi, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi reproduksi, fungsi ekonomi serta fungsi pembinaan lingkungan.


DAFTAR PUSTAKA

Sumarwan, Dr. Ir. Ujang, M.Sc. 2002. Perilaku Konsumen Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Penerbit Ghalia Indonesia.
John C. Mowel dan Michael Minor. 2002. Perilaku Konsumen. Edisi 5. Penerbit Erlangga.
Nugroho J. Setiadi, SE., MM. 2003. Perilaku Konsumen dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Penerbit Kencana.




































TIPS MEMBUAT TUBUH MENJADI IDEAL

TUBUH JADI IDEAL

Kebanyakan orang bilang olah raga secara teratur adalah solusi mudah yang kerap kali diucapkan orang untuk menjawab bagaimana mendapatkan bentuk tubuh yang ideal. Tapi sebenarnya, banyak sekali hal yang harus diperhatikan supaya tidak merusak sistem metabolisme dalam tubuh yang berakibat fatal terhadap tubuh Anda. Sehingga kita juga perlu tahu bagaimana metabolisme tubuh sehingga mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang kita inginkan.

Beberapa tips hidup sehat yang harus Anda perhatikan supaya tidak merusak metabolisme tubuh dan mendapatkan bentuk tubuh ideal sesuai keinginan dan dengan proporsional, diantaranya:

1. Perencanaan
Seperti kata pepatah lama, "jika Anda gagal untuk merencanakan sesuatu, maka Anda memang berencana untuk gagal." Kata Emma Leigh Synnott, seorang spresialis olaharga, nutrisi dan metabolisme, memiliki tujuan yang nyata dan menjalan target selama seminggu, kemungkinan besar apa yang direncanakan akan berjalan mulus.

Namun, pastikan lagi bahwa perjuangan Anda tidak berakhir menjadi seorang yang phobia terhadap apa yang anda konsumsi. Jadi, pastikan diri Anda untuk menemukan keseimbangan dalam menjalani apa yang ingin dicapai.

2. Cukup tidur
Tidur berfungsi membantu memulihkan tubuh sehabis melakukan banyak kegiatan yang Anda kerjakan untuk membakar lemak.

Peneliti dari University of Chicago melaporkan bahwa tidur kurang dari 7 sampai 8 jam setiap malam dapat meningkatkan nafsu makan, metabolisme lambat dan membuat lemak tersimpan banyak di dalam perut.
Susah tidur juga dapat disebabkan karena salah dalam melakukan kegiatan pembakaran lemak. Makanya, banyak ahli menyarankan untuk olahraga tidak berlebihan sehingga bisa mengatur pola tidur Anda.

3. Kurangi camilan
Banyak orang merasa bahagia ketika menikmati cemilannya 4-6 kali per hari.
Menurut penelitian para ahli di Purdue University, metode ngemil bisa menyabotase kerja keras Anda untuk membakar lemak. Itu semua disebabkan rata-rata 200 kalori terdapat pada semua jenis cemilan. Bahkan beberapa peneliti mengatakan, dalam kurun waktu 30 tahun belakangan ini, nilai kalori yang terdapat pada cemilan bertambah menjadi 600 kalori.

Kalau Anda belum bisa berhenti ngemil, bisa dicoba dengan mengurangi porsi cemilannya setiap hari.

4. Mengetahui berapa banyak jumlah makanan yang Anda konsumsi
Dalam kasus ini, banyak orang yang justru salah dalam melakukannya. Sebagian besar menganggap remeh cara seperti ini. Padahal, dengan mengetahui berapa banyak jumlah makanan yang kita konsumsi bisa membantu Anda membakar lemak dengan muda.

5. Bergerak lebih banyak lagi 
Banyak yang beranggapan bahwa membakar lemak hanya dapat dilakukan dengan rutin melakukan treadmill, kardio dan mengangkat beban. Tanpa banyak diketahui bahwa dengan melakukan kegiatan-kegiatan kecil juga mampu membakar lemak. Asalkan semua itu dilakukan secara rutin dan dalam keadaan bahagia.

6. Hilangkan kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda
Perlu diketahui bahwa 65 persen orang Amerika rutin mengonsumsi minuman bersoda di semua kondisi cuaca. Padahal, efek dari rutin mengonsumsi minuman bersoda itu adalah menimbulkan rasa lapar setiap waktu. Walaupun Anda sudah rutin berolahraga, hindari segala jenis minuman bersoda. Diet coke sekali pun. Justrugula yang terkandung di dalam diet coke lebih besar ketimbang minuman bersoda jenis lainnya.

7. Atur hari bebas
Melakukan olahraga untuk membakar lemak itu memang terasa sulit. Baik secara mental, maupun secara fisik. Itu sebabnya, banyak peneliti yang menyarankan untuk memiliki "free day". "Free day" ini dilakukan untuk memberi waktu istirahat anda dari segala kegiatan rutin yang biasa Anda lakukan.

8. Angkat berat 
Menurut penelitian, mengangkat beban adalah salah satu cara untuk membakar lemak lebih cepat. Tidak hanya berguna untuk kaum pria, kaum wanita pun bisa melakukan kegiatan ini.Selain mengaktifkan sistim kerja otot secara lebih, mengangkat beban juga berfungsi untuk meningkatkan metabolisme Anda.

9. Membuat jaringan pertemanan
Pergunakan orang di sekeliling untuk membantu kerja keras Anda membakar lemak. Beritahu 
teman, orang tua dan saudara akan niat Anda ini. Minta dukungan kepada mereka. Semakin tinggi dukungan yang Anda terima akan semakin baik.

10. Tambahkan variasi gerakan
Untuk hasil yang lebih maksimal, jangan hanya fokus pada satu gerakan saja. Cobalah mengganti jenis gerakan lainnya. Misalnya mulai dengan cardio seperti tredamill dan sepeda, lalu segera diikuti dengan rangkaian gerakan dumbbell. Lakukan kegiatan seperti ini berulang kali.

11. Gunakan alat sederhana
Apabila Anda tidak memiliki uang lebih untuk membeli alat pembakar lemak seperti treadmill, tidak perlu khawatir. Anda dapat membeli seuntai tali skipping yang harganya relatif murah. Lakukan lompatan menggunakan skipping sebanyak mungkin setiap hari, minimal 50 kali lompatan, maka Anda sudah melakukan gerakan yang dapat membantu membakar lemak.

12. Lakukan puasa intermiten
Puasa intermiten dapat diselipkan diantara kegiatan pembakaran lemak Anda. Puasa intermiten, puasa yang dilakukan selama 24 jam, dapat dilakukan 1 kali dalam seminggu. Memang, puasa jenis 1 ini terlihat ekstrem. Tapi, apabila dilakukan secara rutin puasa intermiten dapat menurunkan berat badan secara sehat dan juga dapat mempertahankan masa otot.

13. Konsumsi lemak sehat 
Institute of Medicine merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti kacang-kacangan, alpukat dan minyak yang mengandung lemak sehat dapat membantu Anda menghilangkan lemak lebih cepat.

Tapi, pastikan berapa banyak lemak yang Anda butuhkan dalam menjalankan diet untuk mencegah diri Anda melakukan makan secara berlebih. Seperti biasa, hindari lemak trans yang tidak baik untuk tubuh Anda.

14. Konsumsi air mineral
Menurut penilitian, rajin mengonsumsi air mineral, dapat membantu Anda terhindar dari rasa lapar yang berlebihan. Anda dapat mengendalikan nafsu makan dengan cara meminum segelas air mineral sebelum dan sesudah makan. Hindari minum ketika sedang mengunyah makanan Anda.

http://metodehidupsehat.blogspot.com/2013/07/tips-memiliki-bentuk-tubuh-ideal.html 

TIPS BACKPACKER KE GUNUNG BROMO

BACKPACKER GUNUNG BROMO


Rasanya tak ada yang tidak kenal lagi dengan yang namanya Gunung Bromo, bahkan tempat ini menjadi salah satu tujuan favorit turis  asing setelah Bali dan Lombok.

Berikut tips dan Trik Backpacker murah ke Bromo;

1. Persiapan harus matang. Anda harus terlebih dahulu mengumpulkan informasi tentang Bromo mulai dari rute, tempat, tarif kendaraan umum dan lain-lainnya agar nantinya anda tidak tertipu oleh para calo.

2. Jika ingin menggunakan kereta ekonomi ada 2 alternatif pertama pakai kereta Matarmaja dari Jakarta yang sampai Malang pukul 08.00 pagi dengan tarif sekitar Rp51.000. Dari Malang menuju Probolinggo naik Bus (Ekonomi tarifnya Rp14.000, sedangkan yang AC tarifnya Rp.24.000), atau bisa juga pakai KA Sri Tanjung dari Jogja langsung Probolinggo yang harga tiketnya Rp.35.000 dan sampai Probolinggo sekitar pukul 15.55.

3. Dimanapun berada JANGAN menunjukan seperti orang bingung (ini tips penting). Tetap confident saja tapi tetap waspada juga, kalau tidak begitu tahu, lebih baik bertanya dengan sopan.

4. Probolinggo-Bromo yang disebut Elf kalau sudah diatas pukul 15.55 sudah susah didapat. Mau tidak mau harus sewa yang tarifnya bisa sampai 2x lipat. Tarif normal naik Elf ini berkisar Rp.20.000-25.000, tapi kalau sudah diatas pukul 15.00 biasanya sampai Rp.50.000 bahkan Rp.100.000 kalau tidak bisa menawar. Jadi harus berani menawar.

5. Jangan takut tidak dapat penginapan, soalnya di Bromo homestay, yang harganya cukup variatif, mulai dari Rp75.000 hingga yang ratusan ribu. Itupun kamarnya bisa diisi 4 orang.

6. Kalau mau sewa jeep dan rombongan kurang dari 6 orang, usahakan cari temen sharing biar lebih murah. Tarif 1 jeep buat ke 2 lokasi (Penanjakan sama Bromo) itu Rp400.000, kalau ke padang savana dan pasir berbisik tarifnya Rp600.000 (Tapi kayaknya bisa lebih murah kalau tawar menawar langsung sama yang punya jeep).

7. Jangan lupa perlengkapan yang mampu menghangatkan badan, seperti jaket, kaos tangan dan penutup kepala.

8. Kalau ke Bromo itu paling pas sekitar bulan Agustus, soalnya itu pas musim kemarau dan sunrisenya itu biasanya sempurna dan lagi pas bulan Agustus itu ada upacara tahunan suku Tengger yaitu upacara Kasodo.

9. Jangan lupa membawa kamera, dan kalo tidak dipakai lebih baik batrainya dilepas soalnya di udara dingin kalau batrai kamera terpasang kadang boros.

10. Kalau mau ke Bromo sebaiknya beramai-ramai, karena semakin banyak orang biaya yang dikeluarkan itu lebih murah.


SEJARAH BELADIRI WING CHUN

BELADIRI WING CHUN


Wing Chun adalah sebuah bentuk seni bela diri yang sangat unik, spesialisasi pada pertarungan jarak dekat, memakai pukulan cepat dan tendangan dengan pertahanan yang ketat serta ketangkasan gerak kaki untuk mempercepat gerak maju. Wing Chun yang efektif dapat dicapai dengan kordinasi antara serangan dan pertahanan yang serentak dan serangan balik. Dari hal tersebut Wing Chun menjadi suatu ilmu bela diri yang baik dalam hal pertahanan diri.

Seorang murid harus belajar untuk mengantarkan jumlah energi yang tepat dengan keadaan santai. Guru Wing Chun yang baik akan mengajarkan muridnya untuk mengatasi keadaan dengan mengatur posisi dan mengelak daripada menghadapi langsung. Gaya Wing Chun meliputi tendangan, menangkis, serangan beruntun, tinju, menjebak dan mengontrol teknik sebagai bagian dari pertarungan itu sendiri.
Kuda Kuda
Kuda-kuda (English :Stance) dianggap sebagian besar praktisi beladiri modern sebagai sesuatu yang kuno dan kurang berguna, namun sebenarnya banyak aspek yang terkandung di dalam latihan kuda-kuda. Kuda-kuda dalam beladiri internal adalah aspek Di (Bumi), dalam teknik tenaga dalam kuda-kuda sangat dibutuhkan dalam aspek Tenaga Bumi. Latihan Kuda-kuda banyak fungsinya, asalkan kita mengetahui dengan jelas bagaimana kondisi Kita saat melakukan Kuda-kuda.

Cara yang paling gampang adalah visualisasi energi Chi kita sebagai Cahaya Putih. Kalau kita ingin memperkuat Kaki kita, lakukan aliran Chi ke Kaki, begitu juga kalau mau ke tangan. Kalau ingin memencarkan Chi ke seluruh tubuh, maka lakukanlah pernapasan biasa, dan tahan di Dan Dian (pusat energi Chi, terletak 3 jari tangan kanan di bawah pusar ) lalu sebarkan ke seluruh tubuh.

Kuda-kuda yang dilakukan yang banyak ditentang oleh praktisi modern adalah efektivitasnya dalam pertarungan. Pertarungan maupun teknik beladiri mengalami banyak sekali perubahan dan transformasi serta evolusi. Dimana dulu pertarungan memakai tenaga, sekarang lebih ke teknik. Banyak praktisi beladiri konservatif yang selalu mempertahankan bentuk kuda-kuda saat mereka Fighting. hal ini mempengaruhi efektifitas dan efisiensi gerakan mereka sendiri. Dimana sekarang standing style dari kebanyakan beladiri lebih fleksibel daripada pemakaian kuda-kuda.

Seperti salah satu evolusioner Kungfu Wing Chun, Alm. GM. Bruce Lee ( Lee Siao Lung ) pernah menganalisa berbagai beladiri. tercatat beberapa beladiri dianalisa beliau dan diimplementasikan serta diokulasi ke dalam Wing Chun yaitu Taekwondo, Karate Kempo, Jujutsu, Thai Chi, FMA, dll. Menurut Beliau, Kuda-kuda besar, akan menghasilkan tenaga yang besar, namun kecepatannya akan melambat. Begitu juga kuda-kuda yang kecil akan menghasilkan tenaga yang kecil, namun cepat. kuda-kuda bentuk sedang yang diajarkan Beliau adalah hasil analisa terbaik menurut beliau.

Kuda-kuda dalam Wing Chun disebut juga kuda-kuda San Zhan ( atau Kuda-kuda Gunung) atau dalam bahasa Jepang disebut San Chin Daiichi. Pelatihan pertama adalah latihan Kuda-kuda tetap. Dalam teknik ini, dilatih kekuatan jari kaki, telapak Pisau kaki , samping kaki, paha, tulang belakang, tulang ekor, kestablian, serta kordinasi otot. Kuda-kuda ini kalau latihan digenjot akan meningkatkan teknik flesiblelitas teknik langkah, sehingga badan semakin ringan.

Ada 3 macam pergeseran kuda - kuda dalam wing chun (mandarin : Hang Ma) diantaranya :

1. Hang Ma di tempat ( One Spot Body Movement Step )

Pada style ini, Hang Ma menitik beratkan pada salah satu titik di salah satu kaki. dimana pusa pergeseran paling besar adalah di pinggang. pada Hang Ma ini, sangat ditekankan pada rotasi pada pinggang. Hang Ma ini sangat berguna pada pertarungan, dimana kita bisa langsung memutar badan ke arah lain tanpa bertukar tempat. Contoh, saat kita sedang menghadapi lawan di sebelah kiri, maka jika ada penyerang dari sebelah kanan, kita langsung beralih ke sebelah kanan, begitu juga saat posisi depan dan belakang.

2. Hang Ma maju dan mundur satu kaki ( Same Leg Body Movement Step )
Pada style ini, kita bisa bergerak dalam kondisi menyerang, dimana seperti style pada beberapa macam beladiri, waktu kita maju, kaki depan maju dahulu, waktu mundur, kaki belakang mundur duluan, waktu ke kiri, kaki kiri duluan, dan waktu ke kanan, kaki kanan duluan.

3. Hang Ma Ganti Kaki ( Change Leg Body Movement Step )
Pada style ini kita bisa bergerak menyerang, bertahan ataupun melakukan serangan sembari bertahan. Sebenarnya masih ada satu lagi posisi kaki, yaitu posisi berdiri satu kaki, namun kebanyakan posisi ini hanya untuk latihan atau pun pada posisi tertentu. latihan posisi ini sangat berguna saat bertarung di tempat yang tidak rata. aplikasi latihan ini akan bermanfaat saat kita melatih teknik kedua yaitu Chum Kiu dan latihan tenaga Biu Gee.

Wing Chun memiliki banyak cabang karena biasanya masing - masing guru mempunyai beberapa murid yang akhirnya menyebar ke penjuru dunia. Begitu juga halnya dengan Leung BokChao memiliki tiga orang murid yaitu Leung Yeetai, Wong Wahbo dan Dai Fa Minkam.




OLAHRAGA TRX

OLAHRAGA TRX


Bagi Anda yang tidak sempat ke gym, berencana untuk mengisi liburan dengantravelling, ataupun Anda yang ingin berlatih di rumah, Anda tak perlu bingung untuk mencari cara agar tetap bisa berlatih kapan pun dan di mana pun Anda berada. Bahkan latihan yang satu ini bisa melatih seluruh tubuh Anda!
Sejarah TRX
Latihan TRX diciptakan oleh seorang anggota Angkatan Laut AS, Randy Hetrick. Ide latihan ini muncul ketika ia tinggal di dalam kapal selam dan tidak memiliki peralatan latihan, serta terbatasnya ruangan untuk berlatih. Ia kemudian menggunakan sebagian dari perlengkapan parasut dan sabuk karate untuk membuat sebuah prototip TRX.
Apa itu Suspension Training?
Suspension Training bisa didefinisikan sebagai metode latihan yang menggunakan berat badan sendiri sebagai beban. Latihan ini bisa dibilang latihan yang unik, yang secara umum menggunakan tangan atau kaki pada titik jangkar tunggal, sementara badan tidak kontak dengan lantai. Ini memberikan ketidakstabilan, sehingga memungkinkan Anda untuk melatih kekuatan, power, daya tahan, integritas gabungan, pencegahan cedera, fleksibilitas, dan keseimbangan.
Mengapa Harus Menggunakan TRX?
Berikut ini beberapa alasan yang kami kutip dari www.duniafitnes.com mengapa Anda harus mencoba menggunakan TRX:
1.    Dapat dilakukan oleh semua orang dalam semua level kebugaran. TRX adalah salah satu alat latihan yang paling serbaguna di pasaran saat ini. Walau Anda pemula atau atlet berpengalaman, Anda dapat berlatih menggunakan alat yang satu ini.
2.    Latihan ini bisa dilakukan di mana saja. Anda bisa melakukan latihan TRX di mana saja termasuk rumah atau bahkan kamar hotel. Anda bisa mengemas semua peralatan TRX dalam satu ransel besar, yang Anda bisa gunakan di mana pun Anda berada.
3.    Latihan ini adalah latihan inti dari semua jenis latihan. Bagi Anda yang ingin melatih bagian otot perut dan otot inti, Anda bisa melakukan TRX. Dengan TRX, semua tujuan latihan dapat dicapai. Ketidakstabilan saat berlatih menggunakan TRX akan memaksa Anda untuk mengaktifkan, melibatkan, dan menguatkan seluruh anggota tubuh melalui gerakan-gerakan latihan TRX, yang menyebabkan tubuh secara keseluruhan lebih kuat dan lebih tangguh terhadap cedera.
4.    Bagi Anda yang mendalami olahraga MMA (Mixed Martial Arts), TRX merupakan latihan yang fungsional dan memiliki banyak keunggulan, di antaranya melatih seluruh tubuh, meningkatkan metabolisme, dan meningkatkan kekuatan dan daya tahan Anda.Nah, sekarang saatnya Anda mencoba latihan menantang yang satu ini.







MANFAAT OLAHRAGA BERENANG

MANFAAT OLAHRAGA BERENANG


Olahraga air ini memiliki banyak kelebihan yang memberi segudang manfaat bagikesehatan Anda. 
  • Membentuk dan menguatkan otot.Kepadatan air lebih besar 12 kali lipat daripada udara, membuat setiap gerakan tubuh di air seolah melewati hambatan. Hal inilah yang menjadikan renang mempunyai intensitas sama seperti aerobik. Satu studi menemukan, seseorang yang menyelesaikan program latihan renang selama 8 minggu mengalami peningkatan massa otot trisep sebesar 23.8%. Selain itu, berenang secara cepat dengan ritme yang teratur dapat meningkatkan tiga hal: Ketahanan kardio, kekuatan, dan ketahanan otot. 
  • Meningkatkan kesehatan jantung. Efisiensi jantung memompa darah ke seluruh tubuh dapat meningkat dengan berenang secara rutin. Penelitian dari Columbia University Medical Center menemukan, berenang dapat melawan risiko terkena penyakit jantung koroner. 
  • Membakar kalori. Hanya dengan berenang selama setengah jam, Anda dapat membakar 200-300 kalori, tergantung intensitas dan gaya yang Anda lakukan. Tip: Untuk membakar kalori lebih banyak, lakukan latihaninterval. Berenanglah sekuat tenaga sejauh 50 meter, kemudian istirahat selama 10 detik. Lalu berenang lagi sejauh 100, 150-300 meter dengan tetap diselingi istirahat selama 10 detik pada masing-masing checkpoint.
  • Mencegah stres dan depresi. Serupa dengan yoga, selama berenang terjadi peregangan dan relaksasi otot-otot yang disertai dengan teknik pernapasan yang berirama. Itulah sebabnya berenang dapat membantu menghindari gejala stres. Menurut Aimee C. Kimball, Director of Mental Training di Center for Sports Medicine dari University of Pittsburgh Medical Center, berenang dapat melepaskan endorfin, hormon antistres.
  • Minim risiko cedera. Saat di air, tubuh Anda terasa lebih ringan karena distribusi berat yang harus ditopang oleh tubuh berkurang hingga 50%. Otot dan persendian pun menerima tekanan yang lebih sedikit ketimbang saat melakukan aktivitas di darat. Dampaknya –jika dilakukan dengan teknik yang benar–  Anda menghadapi risiko cedera yang lebih sedikit dibandingkan olahraga lain yang dilakukan di atas air. 

SIKAP MOTIVASI KONSEP DIRI KEPRIBADIAN DIRI DAN NILAI DAN GAYA HIDUP

SIKAP MOTIVASI KONSEP DIRI KEPRIBADIAN DIRI DAN NILAI DAN GAYA HIDUP







NAMA:
FITRI SAURAH.S
13212011


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA




BAB.1
PENDAHULUAN

Sikap merupakan kecenderungan yang dipelajari, ini berarti bahwa sikap yang berkaitan dengan perilaku membeli terbentuk sebagai hasil dari pengalaman langsung mengenai produk, informasi secara lisan yang diperoleh dari orang lain atau terpapar oleh iklan di media masa, internet dan berbagai bentuk pemasaran langsung. Sikap mungkin dihasilkan dari perilaku tetapi sikap tidak sama dengan perilaku. Sikap dapat mendorong konsumen kearah perilaku tertentu atau menarik konsumen dari perilaku tertentu.
Menurut Gordon Allpor dalam Hartono Sastro wijoyo(2005), Sikap adalah Mempelajari kecenderungan memberikan tanggapan pada suatu obyek baik disenangi maupun tidak disenangi secara konsisten.

BAB.11
PEMBAHASAN

Karakteristik sikap antara lain :
a) Sikap memiliki objek
Di dalam konteks pemasaran, sikap konsumen harus terkait dengan objek, objek tersebut bisa terkait dengan berbagai konsep konsumsi dan pemasaran seperti produk, merek, iklan, harga, kemasan, penggunaan, media dan sebagainya.
b) Konsistensi sikap
Sikap adalah gambaran perasaan dari seorang konsumen, dan perasaan tersebut akan direfleksikan oleh perilakunya. Karena itu sikap memiliki konsistensi dengan perilaku. Tetapi, walaupun mempunyai konsistensi, sikap tidak selalu harus permanen artinya sikap dapat berubah. Sikap bisa positif, negatif, dan netral.
c) Intensitas sikap
Sikap seorang konsumen terhadap suatu merek produk akan bervariasi tingkatannya, ada yang sangat menyukainya atau bahkan ada yang begitu sangat tidak menukainya. Ketika konsumen menyatakan derajat tingkat kesukaan terhadap suatu produk, maka ia mengungkapkan intensitas sikapnya.
d) Resistensi sikap adalah seberapa besar sikap seorang konsumen bisa berubah.
e) Persistensi sikap adalah karakteristik sikap yang menggambarkan bahwa sikap akan berubah karena berlalunya waktu..
f) Keyakinan sikap
Keyakinan adalah kepercayaan konsumen mengenai kebenaran sikap yang dimilikinya
g) Sikap dan situasi
Situasi akan mempengaruhi sikap konsumen terhadap suatu objek. Situasi tertentu dapat menyebabkan para konsumen berperilaku dengan cara yang kelihatannya tidak konsisten dengan sikap mereka.
MODEL SIKAP TIGA KOMPONEN
Sikap ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu:
a) Komponen kognitif

Komponen ini terdiri dari kepercayaan konsumen dan pengetahuan tentang obyek. Kepercayaan atribut tentang suatu produk biasanya dievaluasi secara alami. Semakin positif kepercayaan terhadap suatu merek dan semakin positif setiap kepercayaan, maka akan semakin mendukung keseluruhan sikap tersebut.
b) Komponen afektif
Merupakan emosi atau perasaan konsumen mengenai produk atau merk tertentu. Emosi dan perasaan ini sering dianggap oleh para peneliti konsumen sangat evaluative sifatnya, yaitu mencakup penilaian seseorang terhadap obyek sikap secara langsung dan menyeluruh.
Perasaan dan reaksi emosional kepada suatu obyek, itulah komopnen afeksi sikap. Misalnya, konsumen mengatakan ”saya menyukai produk A”. Itu merupakan hasil emosi atau evaluasi afektif terhadap suatu produk. Evaluasi ini terbentuk tanpa informasi kognitif atau kepercayaan tentang produk tersebut. Atau merupakan hasil evaluasi atau penampilan produk pada setiap atributnya.
c) Komponen perilaku
Komponen ini adalah respon dari seseorang terhadap obyek atau aktivitas. Seperti keputusan untuk membeli atau tidaknya suatu produk akan memperlihatkan komponen behavioral.
Perubahan sikap dapat dilakukan melalui 5 (lima) strategi berikut :
Mempengaruhi persepsi konsumen yang berkaitan dengan fungsi sikap yaitu fungsi manfaat, fungsi citra diri, fungsi nilai-nilai, fungsi pengetahuan. Agar terbentuk sikap positif pada konsumen, maka dalam mempromosikan produk sebaiknya pemasar memperhatikan aspek fungsi sikap.
- Menghubungkan produk dengan kelompok atau acara yang dikagumi
Sikap dihubungkan dengan sebagian atau berbagai golongan, peristiwa sosial, atau kegiatan amal tertentu.
- Memecahkan masalah dua sikap yang bertentangan
Para konsumen dapat diyakinkan bahwa sikap mereka yang negatif terhadap produk atau merek tertentu sebetulnya tidak bertentangan dengan dengan sikap yang lain, mereka dapat dibujuk untuk merubah penilaian mereka terhadap merek tersebut ( beralih dari sikap negatif ke sikap positif ).
- Mengubah komponen multi atribut
Untuk mengubah sikap konsumen pemasar menambah atribut pada produknya dengan melengkapi manfaat atau hal lain yang dapat meningkatkan keunggulan produknya.
- Mengubah keyakinan konsumen terhadap merek pesaing
Pemasar untuk mengubah sikap konsumennya dapat membandingkan produknya dibandingkan produk lain, dengan harapan agar konsumen berubah keyakinannya/ kepercayaannya terhadap merek pesaing.
Penggunaan Multiatribute Attitude Model untuk memahami sikap konsumen
1. The attribute-toward-object model:
Digunakan khususnya menilai sikap konsumen terhadap satu kategori produk atau merk spesifik. Hal ini untuk menilai fungsi kehadiran dan evaluasi terhadap sesuatu.Pembentukan sikap konsumen yang dimunculkan karena telah merasakan sebuah objek. Hal ini mempengaruhi pembentukan sikap selanjutnya.
2. The attitude-toward-behavior model
Lebih digunakan untuk menilai tanggapan konsumen melalui tingkah laku daripada sikap terhadap objek.
Pembentukan sikap konsumen akan ditunjukan berupa tingkah laku konsumen yang berupa pembelian ditempat itu.
3. Theory of-reasoned-action model
Menurut teori ini pengukuran sikap yang tepat seharusnya didasarkan pada tindakan pembelian atau penggunaan merk produk bukan pada merek itu sendiri tindakan pembelian dan mengkonsumsi produk pada akhirnya akan menentukan tingkat kepuasan.
Pengertian Motivasi
Motivasi menurut American Encyclopedia adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri sesoerang yang membangkitkan topangan dan tindakan. Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia.
Dengan demikian motivasi dapat diartikan sebagai pemberi daya penggerak yang menciptakan kegairahan seseorang agar mereka mau bekerjasama,bekerja efektif dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan.motivasi konsumen adalah keadaan di dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan guna mencapai suatu tujuan. Dengan adanya motivasi pada diri seseorang akan menunjukkan suatu perilaku yang diarahkan pada suatu tujuan untuk mencapai sasaran kepuasan. Jadi motivasi adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang diinginkan.
Motivasi konsumen yang dilakukan oleh produsen sangat erat sekali berhubungan dengan kepuasan konsumen. Untuk itu perusahaan selalu berusaha untuk membangun kepuasan konsumen dengan berbagai kebutuhan dan tujuan dalam konteks perilaku konsumen mempunyai peranan penting karena motivasi timbul karena adanya kebutuhan yang belum terpenuhi dan tujuan yang ingin dicapai.kebutuhan menunjukkan kekurangan yang dialami seseorang pada suatu waktu tertentu. Kebutuhan dipandang sebagai penggerak atau pembangkit perilaku. Artinya jika kebutuhan akibat kekurangan itu muncul, maka individu lebih peka terhadap usaha motivasi para konsumen.
G. Dinamika proses motivasi
Proses motivasi :
1. tujuan. Perusahaan harus bias menentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai, baru kemudian konsumen dimotivasi ke arah itu.
2. mengetahui kepentingan. Perusahaan harus bisa mengetahui keinginan konsumen tidak hanya dilihat dari kepentingan perusahaan semata


3. komunikasi efektif. Melakukan komunikasi dengan baik terhadap konsumen agar konsumen dapat mengetahui apa yang harus mereka lakukan dan apa yang bisa mereka dapatkan.
4. integrasi tujuan. Proses motivasi perlu untuk menyatukan tujuan perusahaan dan tujuan kepentingan konsumen. Tujuan perusahaan adalah untuk mencari laba serta perluasan pasar. Tujuan individu konasumen adalah pemenuhan kebutuhan dan kepuasan.kedua kepentingan di atas harus disatukan dan untuk itu penting adanya penyesuaian motivasi.
5. fasilitas. Perusahaan memberikan fasilitas agar konsumen mudah mendapatkan barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan.
H. Tujuan motivasi konsumen
Tujuan motivasi konsumen :
1. meningkatkan kepuasan
2. mempertahankan loyalitas
3. efisiensi
4. efektivitas
5. menciptakan suatu hubungan yang harmonis antara produsen atau penjual dengan pembeli atau konsumen.
I. Memahami kebutuhan konsumen
Kebutuhan konsumen dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1. fisiologis. Dasar-dasar kelangsungan hidup, termasuk rasa lapar, haus dan kebutuhan hidup lainnya.
2. keamanan. Berkenaan dengan kelangsungan hidup fisik dan keamanan
3. afiliasi dan pemilikan. Kebutuhan untuk diterima oleh orang lain, menjadi orang penting bagi mereka.
4. prestasi. Keinginan dasar akan keberhasilan dalam memenuhi tujuan pribadi
5. kekuasaaan. Keinginan untuk emndapat kendali atas nasib sendiri dan juga nasib orang lain
6. ekspresi diri. Kebutuhan mengembangkan kebebasan dalam ekspresi diri dipandang penting oleh orang lain.
7. urutan dan pengertian. Keinginan untuk mencapai aktualisasi diri melalui pengetahuan, pengertian, sistematisasi dan pembangunan system lain.
8. pencarian variasi. Pemeliharaan tingkat kegairahan fisiologis dan stimulasi yang dipilih kerap diekspresikan sebagai pencarian variasi
9. atribusi sebab-akibat. Estimasi atau atribusi sebab-akibat dari kejadian dan tindakan.
PENGERTIAN KEPRIBADIAN
Kepribadian didefinisikan sebagai ciri-ciri kejiwaan dalam diri yang menentukan dan mencerminkan bagaimana seseorang berespon terhadap lingkungannya. Penekanan dalam definisi ini adalah pada sifat-sifat dalam diri atau sifat-sifat kewajiban yaitu kualitas, sifat, pembawaan, kemampuan mempengaruhi orang dan perangai khusus yang membedakan satu individu dari individu lainnya. Kepribadian cenderung mempengaruhi pilihan seseorang terhadap produk. Sifat-sifat inilah yang mempengaruhi cara konsumen merespon usaha promosi para pemasar, dan kapan, di mana, dan bagaimana mereka mengkonsumsi produk dan jasa tertentu. Karena itu, identifikasi teerhadap karakteristik kepribadian khusus yang berhubungan dengan perilaku konsumen sangat berguna dalam penyusunan strategi segmentasi pasar perusahaan.
Sifat-sifat Dasar Kepribadian :
1) Kepribadian mencerminkan perbedaan individu
Karena karakterisitik dalam diri yang memebentuk kepribadian individu me rupakan kombinasi unik berbagai faktor, maka tidak ada dua individu yang betul-betul sama. Kepribadian merupakan konsep yang berguna karena memungkinkan kita untuk menggolongkan konsumen ke dalam berbagai kelompok yang berbeda atas dasar satu atau beberapa sifat.
2) Kepribadian bersifat konsisten dan bertahan lama
Suatu kepribadian umumnya sudah terlihat sejak manusia berumur anak-anak , hal ini cenderung akan bertahan secara konsisten membentuk kepribadian ketika kita dewasa. Walaupun para pemasar tidak dapat merubah kepribadian konsumen supa ya sesuai dengan produk mereka, jika mereka mengetahui, mereka dapat berusaha me narik perhatian kelompok konsumen yang menjadi target mereka melalui sifat-sifat relevan yang menjadi karakteristik kepribadian kelompok konsumen yang bersangku tan. Walaupun kepribadian konsumen mungkin konsisten, perilaku konsumsi mereka s ering sangat bervariasi karena berbagai faktor psikologis, sosiobudaya, lingkung an, dan situasional yang mempengaruhi perilaku.
3) Kepribadian dapat berubah
Kepribadian dapat mengalami perubahan pada berbagai keadaan tertentu. Karena adanya berbagai peristiwa hidup seperti kelahiran, kematian, dan lain sebagainya. Kepribadian seseorang berubah tidak hanya sebagai respon terhadap berbagai peristiwa yang terjadi tiba-tiba, tetapi juga sebagai bagian dari proses menuju ke kedewasaan secara berangsur-angsur.
NILAI
Pola yang dapat kita lihat dari nilai adalah perubahan perilaku dan alasan seseorang dalam membelanjakan uang atau sember daya yang mereka kelola dan mereka miliki. Semakin tinggi mereka menilai dari suatu barang dan jasa terhadap kehidupan, maka makin tinggi pula apresiasi mereka dalam memandang barang dan jasa tersebut dari segi konsumsi.
Contohnya adalah jika seseorang memandang bahwa jenjang pendidikan yang lebih tinggi adalah sesuatu yang mutlak dan penting, maka ia akan berusaha untuk memperoleh pendidikan yang layak, walaupun tentu ada uang yang harus ia keluarkan untuk hal tersebut. Dan sebaliknya, alau seseorang menmandang pendidikan sebagai sesuatu yang kurang begitu penting bagi dirinya, maka ia tidak akan berusaha untuk memperoleh jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Walaupun ia sebenarnya memiliki kemampuan untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.
GAYA HIDUP
Gaya hidup merupakan pola hidup yang menentukan bagaimana seseorang memilih untuk menggunakan waktu, uang dan energi dan merefleksikan nilai-nilai, rasa, dan kesukaan. Gaya hidup adalah bagaimana seseorang menjalankan apa yang menjadi konsep dirinya yang ditentukan oleh karakteristik individu yang terbangun dan terbentuk sejak lahir dan seiring dengan berlangsungnya interaksi sosial selama mereka menjalani siklus kehidupan.
Konsep gaya hidup konsumen sedikit berbeda dari kepribadian. Gaya hidup terkait dengan bagaimana seseorang hidup, bagaimana menggunakan uangnya dan bagaimana mengalokasikan waktu mereka. Kepribadian menggambarkan konsumen lebih kepada perspektif internal, yang memperlihatkan karakteristik pola berpikir, perasaan dan persepsi mereka terhadap sesuatu.
Gaya hidup yang diinginkan oleh seseorang mempengaruhi perilaku pembelian yang ada dalam dirinya, dan selanjutnya akan mempengaruhi atau bahkan mengubah gaya hidup individu tersebut.
Berbagai faktor dapat mempengaruhi gaya hidup seseorang diantaranya demografi, kepribadian, kelas sosial, daur hidup dalam rumah tangga. Kasali (1998) menyampaikan beberapa perubahan demografi Indonesia di masa depan, yaitu penduduk akan lebih terkonsentrasi di perkotaan, usia akan semakin tua, melemahnya pertumbuhan penduduk, berkurangnya orang muda, jumlah anggota keluarga berkurang, pria akan lebih banyak, semakin banyak wanita yang bekerja, penghasilan keluarga meningkat, orang kaya bertambah banyak, dan pulau Jawa tetap terpadat



KESIMPULAN


Kesimpulan yang dapat saya ambil yaitu bahwa perilaku tidak akan terjadi bila sikap itu sendiri tidak dilakukan. Sikap berawal dari perasaan yang akan direfleksikan oleh perilakunya, sikap dapat positif, negati atau netral. Motivasi adalah suatu pemberi semangat terhadap sikap agar seseorang bisa mencapai tujuannya dengan baik. Kepribadian dapat dijelaskan sebagai karakteristik psikologis yang menentukan dan menggambarkan bagaimana seseorang merespon lingkungannya. Walaupun kepribadian cenderung konsisten dan bertahan lama, tetapi dapat berubah dengan tiba -tiba sebagai respon terhadap berbagai peristiwa hidup yang utama maupun secara berangsur-angsur dari waktu ke waktu.

Sumber: